organ reproduksi pria dan wanita

Organ Reproduksi Pria
a.    Testis
Merupakan kelenjar reproduksi pria tempat spermatozoa dan hormon pria dibentuk.
Testis ini terletak menggantung pada urat-urat spermatic di dalam skrotum. Sepasang kelenjar yang masing-masing sebesar telur ayam tersimpan di dalam stratum masing-masing di tunika albugenia testis. Di belakang testis, selaput ini agar menetes sehingga membentuk suatu bagian yang disebut mediastinum testis.
Testis merupakan bangunan yang berbentuk oval, berwarna putih, kira-kira panjangnya 4 cm, lebarnya 2,5 cm dan tebalnya 3 cm. Masing-masing testis beratnya antara 10 sampai 14 gram.
Testis diselubungi oleh kapsul pelindung fibrosa yang disebut tunia albuhnea, dan ditutup lagi oleh membrane serosa yang disebut tunia vaginalis yang memungkinkan masing-masing testis dapat bergerak secara bebas di dalam scrotum.
Fungsi testis terdiri dari :
Membentuk gawet-gawet baru yang spermatozoa dilakukan di tubulus seminiferus.
Menghasilkan hormon testoteron, dilakukan oleh sel interstisial.
Untuk memproduksi testoteron yaitu hormon yang mengendalikan sifat-sifat sekunder kejantanan.
Untuk memproduksi spermatozoa

b.    Epididimis
Epididimis merupakan pipa halus yang berkelok-kelok masing-masing panjang 6 meter, yang menghubungkan testis dengan vbas deferens. Tubulus tadi mempunyai epitel berlilia yang melapisi bagian dalam guna membantuk spermatozoa bergerak menuju vas deferens.
Terdiri dari kepala/kaput yang terletak di atas kutup testis, badan dan ekor epididimis sebagian ditutupi oleh lapisan visceral, lapisan ini pada mediastinum menjadi lapisan parietal.
Fungsi dari epididimis adalah :
Sebagai saluran penghantar testis, mengatur sperma sebelum di ejabulasi dan memproduksi semen.

c.    Duktus Deferens
Merupakan kelanjutan dari epididimis ke kanalis inguinalis, kemudian duktus ini berjalan masuk ke dalam rongga perut terus ke kandung kemih di belakang kandung kemih akhirnya bergantung dengan saluran vesika semiminalis dan selanjutnya membentuk ejakulatorius dan bermuara di prostate, panjang duktus deferens 5040 cm berjalan bersama pembuluh pembuluh darah dan saraf dalam funikulus spermatikus melalui kanalis inguinalis memanjang pada bagian akhir terbentuk kumparan disebut ampula duktus deferentis, terletak dalam asteum vesika. Seminalis berlanjut sebagai duktus ejakulatorius yang menembus prostate.

d.    Vesikula Seminalis
Vesikula seminalis adalah dua buah kelenjar tubular yang terletak di kanan dan dikiri, belakang leher kandung kencing (vesika urinaria) yang berbentuk seperti pyramid, panjang kelenjar ini 5-10 cm merupakan kelenjar sekresi menghasilkan zat mukoid yang mengandung fruktosa.
Fungsi vesikula seminalis adalah :
Menyekresi cairan basa yang mengandung nutrisi yang membentuk sebagian besar cairan semen.
Zat mukoid merupakan sumber energi spermatozoa.

e.    Duktus Ejakulatori
Duktus yang dibentuk oleh gabungan duktus vesikula seminalis dan duktus deferen duktus ini berawal di dasar prostate dan berakhir di utrikel prostatik di uretra.

f.    Penis
Terletak menggantung didepan skortum. Bagian ujung penis disebut gian penis, bagian tengah korpus penis dan pangkalnya disebut radik penis, gian penis tertutup oleh kulit korpus penis, kulip penutup ini disebut prepitium.
Penis/zakar terdiri atas jaringan seperti busa dan terletak memanjang, tempat muara uretia dari gian penis adalah prenulum/katup.
Penis merupakan alat yang mempunyai jaringan urektio yang satu sama lainnya dilapisi jaringan fibrosaringan. Erektio terdiri dari rongga-rongga seperti rebusa.
Penis merupakan organ tubular yang sangat banyak disuplai oleh vena besar yang dapat diisi darah yang dapat menyebabkan organ ereksi.
Dengan adanya rangsangan seksual, karet busa ini akan dipenuhi darah sebagai vasopresi. Berdasarkan ini terjadinya ereksi penis, ereksi penes di pengaruhi oleh otot :
Muskulus iskia kavernosus, muskulus erector penis, otot-otot ini menyebabkan erektil (ketegangan) pada waktu koitus persetubuhan.
Muskulus bulbo kavernosus, untuk mengeluarkan uri penis mempunyai 3 (tiga) buah korpus kavernosa (alat pengeras zakar).
Bila terangsang, penis membesar, mengeras dan menonjol ke luar tubuh (mungkin hamper vertikel). Ini disebut ereksi. Pada waktu orgasme, kontraksi berirama dan mekanisme refleks menyebabkan suatu emisi atau ejakulasi, yaitu keluarnya sperma yang dibuat oleh testis, bersama dengan carian mani yang dihasilkan oleh kelenjar air mani dan kelenjar prostate. Campuran sperma dan cairan tadi disebut air mani dan diejakulasikan melalui vietis.
Penis mempunyai fungsi lain selain fungsi seksual dan reproduksi yaitu untuk pengeluaran urin (air kemih).

g.    Prostat
Prostat mengelilingi uretra pria. Ukurannya seperti kostanye chestnut dan berisi uretra serta brutus ejakulaktorius. Sebagian prostate mengandung kelenjar glandular dan sebagian lagi otot infolunter dan menghasilkan secret yang disebut semen yang basa dan mendukung nutrisi sperma.
Kelenjar prostate merupakan kelenjar yang terletak dibawah vesika urenaria, melekat pada dinding bawah pada dinding bawah vesika urenaria disekitar uretra bagian atas. Kelenjar prostate kira-kira sebesar buah kenari, letaknya dibawah kandung kemih mengelilingi uretra dan terdiri dari kelenjar majemuk, saluran-saluran dan otot polos. Kelenjar prostate merupakan suatu kelenjar yang terdiri dari 30-50 kelenjar yang terbaik atas 4 lobus.
Lobus posterior
Lobus lateral
Lobus anterior
Medial
Fungsi kelenjar prostas
Menambah cairan alkalis pada cairan seminalis, yang berguna untuk melindungi spermatozoa terhadap tekanan yang terdapat pada uretia dan vagina.
Prostat dipertahankan posisinya oleh :
Ligamen prostatika
Lapisan dalam diafragma viogenitalis
Muskulus levator ani pais anterior
Muskulus levator prostate

h.    Kelenjar Bulbo Uretra
Letaknya dibelakang lateral pais membranes uretia bentuknya bundar, kecil berwarna kuning dan panjangnya 2,5 cm.
Kelenjar bulbo vretialis dibungkus oleh simpai jaringan ikat tipis yang diluarnya terdapat serat otot rangka. Duktus terbuka menuju bagian berongga pada uretra dan kelenjar menyekresi suatu substansi yang membentuk bagian cairan seminalis.

i.    Skrotum
Merupakan kantong yang mengandung di dasar pelvis, di mana sepasang testis tersimpan di depan skrotum terletak penis, dibelakang skrotum terletak anus. Skrotum (kandung buah pelir). Berupa kantung yang terdiri atas kulit tanpa lemak, berisi sedikit jaringan otot. Testis (buah pelir) berada di dalamnya, setiap testis berada dalam pembungkus yang disebut tunika vaginalis, yang dibentuk dari peritorium.

j.    Vas Deferens
Adalah sebuah saluran yang berjalan dari bagian bawah epididimis. Naik kebelakang testis, masuk ke tali maris (funikulus spermatikus) dan mencapai rongga abdomen melalui saluran inguinal dan akhirnya berjalan masuk ke dalam pelvis.

Organ Reproduksi Wanita
Organ Eksterna
Organ genital eksternal wanita secara keseluruhan disebut vulva.
Organ genital eksterna wanita
Mons pubis
Labia mayora dan labia minora
Klitoris
Vestibula Vagina
Kelenjar vestibular besar

Mons pubis
Adalah bantalan lemak yang menutupi kulit diatas simfisis pubis daerah ini akan ditumbuhi rambut setelah pubertas.

Labia mayora dan labia minora
Labia mayora adalah dua lipatan jaringan lemak yang ditutupi kulit yang membentang dari mons pada setiap sisi vulva dan bermuara ke dalam peritoneum di bagian belakang. Lipatan ini muncul saat pubertas dan ditutupi rambut pada permukaan luarnya lebia mayora panjangnya kira-kira 7,5 cm. Labia minora adalah dua lipatan kecil di dalam labia mayora. Mereka bertemu pada struktur seperti topi yang disebut prepusium yang mengelilingi dan melindungi klitoris. Labia minora bersatu di belakang pada frenulum labia minora. Lipatan kulit ini sering koyak saat pertama kali melahirkan. Labia minora ditutupi kulit yang kaya dengan kelenjar keringat dan sebasea untuk melubrikasi permukaannya.

Klitoris
Adalah organ kecil yang sensitive dan mengandung jaringan erektil seperti penis pada pria. Ia berada di depan vulva, di bawha mons pubis dan dilindungi oleh prepusium.

Vestibula Vagina
Adalah celah diantara labia minora. Orifisium vagina dan orifisuem uretra berada di atas vestibulum.
a)    Orifisium vagina, berada diantara labia minora, dibelakang vestibula secara normal ia membentuk celah dari depan ke belakang, merupakan dinding sisi vagina yang saling bersentuhan. Orifisium ini, pada seorang perawan, ditutupi oleh hymen. Orifisium merupakan lipatan ganda membrane mukosa, biasanya berbentuk bulan sabit dan celah yang ada di bagian depannya mengeluarkan aliran darah menstruasi.
b)    Orifisium Uretra, berada di bagian belakang vestibulum, agar menonjol pada permukaannya. Pada pintu masuknya ada dua kelenjar tubular, yang disebut kelenjar uretra, yang menyekresi cairan lubrikasi dan menjadi lebih penting karena kelenjar tubular cenderung menjadi  tempat berkubang infeksi pada kasus gonora.

Kelenjar Vestibular Besar
Adalah dua kelenjar yang berada di setiap labia mayora pada setiap sisi orifisium vagina. Duktusnya berada pada lateral hymen. Ia menyereksi cairan lubrikan untuk melembabkan permukaan vulva, sehingga dapat memfesitlasi hubungan seksual.
Seluruh permukaan vulva di tutupi kulit, seperti epithelium bertingkat ia ditumbuhi rambut hanya pada bagian permukaan luar, tetapi pada permukaan dalam banyak kelenjar sebesar dan kelenjar keringat sehingga permukaannya lembab dan tidak menyebabkan gesekan ketika berjalan.

ORGAN INTERNAL WANITA
1.    Vagina
Letak    :    Vagina merupakan saluran potensial yang terbentang dari vulva ke uterus vagina berjalan ke atas dan ke belakang sejajar dengan pintu masuk pelvis. Vagina dikelilingi dan ditopang oleh otot-otot dasar pelvis.
Bentuk    :    Vagina seperti pipa potensial, dinding-dindingnya secara normal terletak berdekatan satu sama lain tetapi sangat mudah dipisahkan.
Ukuran    :    Dinding belakang vagina lebih panjang disbanding dengan dinding depan. Panjang dinding depan kira-kira 7,5 cm dan panjang dinding belakang kira-kira 11,5 cm.
Fungsi    :
Untuk masuknya spermatozoa
Untuk keluarnya darah menstruasi dan hasil konsepsi
Membantu menopang uterus
Membantu mencegah infeksi

2.    Cervix
Letak    :    Cervix membentuk sepertiga bagian bawah uterus dan merupakan daerah di bawah istimus yang meliputi ostium internium dan ostium externum.
Bentuk    :    Canalis cervics berbentuk fasiformis dan cervix secara keseluruhan cenderung berbentuk (barsel)
Ukuran    :    Pada kehidupan dewasa panjang cervix 2,5 cm dan membentuk sepertiga panjang seluruh uterus.
Fungsi    :

3.    Uterus
Letak    :    Uterus di dalam pelvis vera. Posisi yang sesungguhnya beraneka ragam pada posisi tadi tergantung pada seberapa besar peregangan vesika urinaria (uterus tidak hamil) dan pada kehamilan akan mengami perubahan letak.
Bentuk    :    Uterus menyerupai buah per inggris. Pada kehamilan uterus berubah bentuk menjadi membulat (glokuler)
Ukuran    :    Uterus mempunyai panjang 7,5 cm, lebar 5 cm dan tebal 2,5 cm. Beat uterus kira-kira 57 gram.
Dinding uterus terdiri dari :
Endometrium (epitel, kelenjar, jaringan dan pembuluh darah). Merupakan lapisan dalam uterus yang mempunyai arti  penting dalam siklus haid. Seorang wanita pada masa reproduksi, pada kehamilan endometrium akan menebal, pembuluh darah bertambah banyak hal ini diperlukan untuk memberi makanan pada janin.

Mometrium (lapisan otot polos). Tersusun sedemikian rupa sehingga dapat mendorong isinya keluar dari waktu persalinan, sesudah plasenta lahir akan mengalami pengecilan sampai keukuran normal sebelumnya.
Lapisan serosa (perkoneum visceral). Terdiri atas ligamentum yang menguatkan uterus, yaitu :
a)    Ligamentum kardinale kiri dan kanan, mencegah supaya uterus tidak turun
b)    Ligamentum sakro uterinum kiri dan kanan, menahan uterus supa tidak banyak bergerak.
c)    Ligamentum rotundum kiri dan kanan, menahan uterus agar tetap dalam keadaan antifleksi
d)    Ligamentum  kiri dan kanan, ligamentum yang meliputi tuba
e)    Ligamentum infundibula pelukum, ingamen yang menahan tuba falopi.

Fungsi    :
Menyiapkan tempat untuk ovum yang telah mengalami fertilisasi
Memberi makan ovum yang telah dibuahi selama masa kehamilan
Untuk mengeluarkan hasil konsepsi setelah cukup umur
Untuk mengadakan involusi setelah kelahiran bayi

4.    Tuba Fallopi (Tuba Uterina)
Letak    :    Masing-masing berasald ari cornum uteri, berjalan ke dua sisi dinding pelvis, kemuatan membelok ke bawah dan ke belakang sebelum mencapai dinding lateral pelvis. Kedua tuba ini terletak di dalam ligamenum latum.
Bentuk    :    Tuba falopi berbentuk tubulen (seperti tabung)
Ukuran    :    Panjang masing-masing tuba kira-kira 10 cm
Diameternya vervariasi pada setiap bagian tuba :
Pars intersitilialis 1 mm
Istimus 2,5 mm
Ampula dan infundibulium masing-masing 6 mm
Fungsi    :
Tuba fallopi membentuk satu saluran (canalis) yang dapat dilalui ovum dan spermatozoon dan bersatu (fertilisasi) dan merupakan tempat ovum yang telah dibuahi tadi memulai perkembangan awalnya.

5.    Ovarium
Letak    :    Kedua ovarium terletak di dalam cavitas peritonealis pada cekungan kecil pada dinding posterior ligamentum latum. Kedua ovarlum terletak pada ujung tuba fallopii yang mengandung pada kira-kira setinggi pintu masuk pelvis.
Bentuk    :    Ovarium merupakan organ yang kecil berbentuk seperti buah kenari berwarna putih dan permukaannya bergerigi.
Ukuran    :    3 cm x 2 cm x 1 cm, beratnya 5-8 gr.
Fungsi    :    Untuk memproduksi (menghasilkan) ova untuk fertilisasi, estrogen, dan progesteron.

6.    Ampula
Adalah daerah yang membesar dan merupakan tempat biasanya berlangsungnya fertilisasi panjang ampulla adalah 5 cm.
Pada awalnya korion dilapisi oleh jaringan tebal percabangan vili yang menyerap nutrient. Dengan berkembangnya tali pusat, area pada bagian basal menjadi menebal dan mengalami spesialisasi sebagai plasenta, cakram jaringan ini dengan kuat melekat pada dinding uterus.
Vilis dari korion terisi oleh pembulkuh darah akibat janin yang berkembang dan darah dari jenis di pompa melalui vili. Oksigen dan karbon dikosida dipertukarkan melalui plasenta, produk sampah dibuang dan nutrient yang larut diserap uintuk menyokong janin yang sedang berkembang. Plasenta yang dapat melindungi terhadap bakteri yang membahayakan, tetapi banyak virus dan sebagian besar obat dapat melewati dan membahayakan janin.

Laktasi
Masing-masing payudara terdiri atas sekitar 20 percabangan duktus yang terbuka melalui sinus ke atas permukaan putting susu. Terdapat benang-benang menyangga dari jaringan fibrosa yang melekatkan ke dinding dada, dan terdapat banyak sel-sel lemak di anta lobulus.
Sistem duktus telah terbentuk dengan baik setelah pubertas, kaerna keterlibatan estrogen, tetapi sekretorius asini hanya berkembang pada kehamilan di bawah pengaruh kadar progesterone yang tinggi. Prolaktin, suatu hormon dari kelenjar hipofisis, meningkatkan aksi baik pada estrogen maupun progesterone.
Setelah kelahiran anak, penurunan kadar estrogen dan progesterone menyebabkan peningkatan sekresi prolaktin dan hal ini merangsang sekresi air susu ibu oleh kelenjar asini. Sekresi yang pertama dihasilkan adalah kolostrum cairan yang kaya akan protein yang mengandung antibody. Setelah hari ketiga terbentuk laktasi normal.
Penghisapan bayi pada payudara merangsang putting susu menyebabkan refleks sekresi dari hormin oksitosin dari kelenjar hipofisis anterior. Oksitosin menyebabkan kontraksi serat-serat otot polos di sekitar asini dan air susu dengan cepat diejeksikan dari putting susu. Suatu refleks yang dikenal sebagai “letdown”  terbentuk pada beberapa hari pertama menyusui tetapi dengan jelas dipengaruhi oleh emosi. Pelepasan oksitosin juga membantu uterus untuk berkontraksi sehingga uterus kembali ke ukuran normalnya.

Prolaktin, suatu hormon yang disekresi oleh glandula pituitaria interior, penting untuk produksi air susu ibu, tetapi walaupun kadar hormon ini di dalam sirkulasi maternal meningkat selama kehamilan, bekerjanya hormon ini dihambat oleh hormon plasenta. Dengan lepasnya / keluarnya plasenta pada akhir proses persalinan, maka kadar estrogen dan progesteron berangsur-angsur turun sampai tinfkat dapat dilepaskannya dan diaktifkannya prolaktin.
Terjadinya suatu kenaikan pemasokan darah beredar lewat payudara dan dapat diekstaksi bahan penting  untuk pembentukan air susu. Globulin, lemak dan molekul-molekul protein dari darah sel-sel sekretoris akan membengkakkan acini dan mendorongkannya menuju ke tubuli laktifer.
Kenaikan kadar prolaktin akan menghambat ovulasi dan dengan demikian juga mempunyai fungsi kontrasepsi, tetapi ibu perlu memberikan air susu 2 sampai 3 kali setiap jam agar pengaruhnya benar-benar efektif.
Dua faktor yang terlibat dalam mengalirkan air susu dari sel-sel sekretorik ke papilla mamae: tekanan dari belakang dan efek neurohormonal.

pengertian macam-macam enzim dan fungsinya

Pengertian Enzim. Enzim adalah biokatalisator organik yang dihasilkan organisme hidup di dalam protoplasma, yang terdiri atas protein atau suatu senyawa yang berikatan dengan protein. Enzim mempunyai dua fungsi pokok sebagai berikut.

  1. Mempercepat atau memperlambat reaksi kimia.
  2. Mengatur sejumlah reaksi yang berbeda-beda dalam waktu yang sama.

Enzim disintesis dalam bentuk calon enzim yang tidak aktif, kemudian diaktifkan dalam lingkungan pada kondisi yang tepat. Misalnya, tripsinogen yang disintesis dalam pankreas, diaktifkan dengan memecah salah satu peptidanya untuk membentuk enzim tripsin yang aktif. Bentuk enzim yang tidak aktif ini disebut zimogen.

Enzim tersusun atas dua bagian. Apabila enzim dipisahkan satu sama lainnya menyebabkan enzim tidak aktif. Namun keduanya dapat digabungkan menjadi satu, yang disebut holoenzim. Kedua bagian enzim tersebut yaitu apoenzim dan koenzim.

1. Apoenzim

Apoenzim adalah bagian protein dari enzim, bersifat tidak tahan panas, dan berfungsi menentukan kekhususan dari enzim. Contoh, dari substrat yang sama dapat menjadi senyawa yang berlainan, tergantung dari enzimnya.

2. Koenzim. Koenzim disebut gugus prostetik apabila terikat sangat erat pada apoenzim. Akan tetapi, koenzim tidak begitu erat dan mudah dipisahkan dari apoenzim. Koenzim bersifattermostabil (tahan panas), mengandung ribose dan fosfat. Fungsinya menentukan sifat dari reaksinya. Misalnya, Apabila koenzim NADP (Nicotiamida Adenin Denukleotid Phosfat) maka reaksi yang terjadi adalah dehidrogenase. Disini NADP berfungsi sebagai akseptor hidrogen.

Koenzim dapat bertindak sebagai penerima/akseptor hidrogen, seperti NAD atau donor dari gugus kimia, seperti ATP (Adenosin Tri Phosfat).

Gambar 2.1 Holoenzim, apoenzim, koenzim, dan substrat

Gambar 2.1 Holoenzim, apoenzim, koenzim, dan substrat

Sifat-sifat enzim sebagai berikut.

a. Enzim mengalami denaturasi/kerusakan pada temperatur tinggi.

b. Efektif dalam jumlah kecil.

c. Tidak berubah pada waktu reaksi berlangsung.

d. Tidak memengaruhi keseimbangan, tetapi hanya mempercepat reaksi.

e. Spesifik untuk reaksi tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi enzim dan aktivitas enzim sebagai berikut.

  • Temperatur atau suhuUmumnya enzim bekerja pada suhu yang optimum. Apabila suhu turun, maka aktivitas akan terhenti tetapi enzim tidak rusak. Sebaliknya, pada suhu tinggi aktivitas menurun dan enzim menjadi rusak.
  • Air
    Air berperan dalam memulai kegiatan enzim. Contoh pada waktu biji dalam keadaan kering kegiatan enzim tidak kelihatan. Baru setelah ada air, melalui imbibisi mu-lailah biji berkecambah.
  • pHPerubahan pH dapat membalikkan kegiatan enzim, yaitu mengubah hasil akhir kembali menjadi substrat.
  • Hasil akhirKecepatan reaksi dalam suatu proses kimia tidak selalu konstan. Misal, kegiatan pada awal reaksi tidak sama dengan kegiatan pada pertengahan atau akhir reaksi. Apabila hasil akhir (banyak), maka akan menghambat aktivitas enzim.
  • SubstratSubstrat adalah zat yang diubah menjadi sesuatu yang baru. Umumnya, terdapat hubungan yang sebanding antara substrat dengan hasil akhir apabila konsentrasi enzim tetap, pH konstan, dan temperatur konstan. Jadi, apabila substrat yang tersedia dua kali lipat, maka hasil akhir juga dua kali lipat.
  • Zat-zat penghambatZat-zat penghambat adalah zat-zat kimia yang menghambat aktivitas kerja enzim. Contoh, garam-garam dari logam berat, seperti raksa.

Contoh-contoh enzim dalam proses metabolisme sebagai berikut.

  • Enzim katalase. Enzim katalase berfungsi membantu pengubahan hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Katalase 2H2O2 → 2H2O + O2
  • Enzim oksidase. Enzim oksidase berfungsi mempergiat penggabungan O2 dengan suatu substrat yang pada saat bersamaan juga mereduksikan O2, sehingga terbentuk H2O.
  • Enzim hidrase. Enzim hidrase berfungsi menambah atau mengurangi air dari suatu senyawa tanpa menyebabkan terurainya senyawa yang bersangkutan. Contoh: fumarase, enolase, akonitase.
  • Enzim dehidrogenase. Enzim dehidrogenase berfungsi memindahkan hidrogen dari suatu zat ke zat yang lain.
  • Enzim transphosforilase. Enzim transphosforilase berfungsi memindahkan H3PO4 dari molekul satu ke molekul lain dengan bantuan ion Mg2+.
  • Enzim karboksilase. Enzim karboksilase berfungsi dalam pengubahan asam organik secara bolak-balik. Contoh pengubahan asam piruvat menjadi asetaldehida dibantu oleh karboksilase piruvat.
  • Enzim desmolase. Enzim desmolase berfungsi membantu dalam pemindahan atau penggabungan ikatan karbon. Contohnya, aldolase dalam pemecahan fruktosa menjadi gliseraldehida dan dehidroksiaseton.
  • Enzim peroksida. Enzim peroksida berfungsi membantu mengoksidasi senyawa fenolat, sedangkan oksigen yang dipergunakan diambil dari H2O2.

fungsi empedu dan pankreas manusia

http://slaraska2.files.wordpress.com/2010/12/kantong-empedu.jpg

Kantong empedu adalah organ kecil yang terletak di dekat pertengahan perut daerah tubuh . Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan empedu yang berasal dari hati . Empedu merupakan zat yang membantu dalam pencernaan lemak . lemak tidak larut dalam air, sehingga dalam rangka untuk mengemulsi lemak khusus sesuatu yang diperlukan. hati memproduksi empedu dan kemudian menyimpannya di dalam kantong empedu hingga tubuh perlu mencerna lemak. Ketika saat ini tiba, kantong empedu mulai untuk membiarkan aliran empedu ke dalam usus, di dalam duodenum, di mana lemak dicerna dengan bantuan dan kemudian diserap oleh organisme.
Sementara empedu duduk di kantong empedu, air dari itu mencurahkan keluar melalui dinding kantong empedu, membuat empedu lebih terkonsentrasi dan karena itu lebih efektif. Empedu juga menetralkan beberapa asam yang ditemukan dalam jenis makanan tertentu. Sama seperti setiap organ lain dalam tubuh, kantong empedu dapat kerusakan dan menyebabkan penyakit.

Pada beberapa orang, biasanya perempuan yang lebih dari 40 tahun,
(tetapi sudah ada cukup banyak kasus pria yang menderita Kandung empedu juga), empedu di dalamnya bisa mengkristal menjadi batu kecil,
yang disebut batu empedu .

Batu empedu terbuat dari garam, kalsium dan kolesterol, semua disatukan dalam sebuah batu kecil. Ini batu empedu dapat menyebabkan beberapa masalah, mulai dengan radang kandung empedu dan berakhir dengan sakit parah dan penyumbatan. Dalam 3 / 4 dari kantong empedu pasien tidak
menyebabkan terlihat gejala , tapi dalam satu kuartal sesuatu yang muncul.

Ini adalah Gejala yang paling ditemui Penyakit kandung empedu :
*Variabel-nyeri di daerah perut.
Variabel karena rasa sakit ini
kadang-kadang mudah, kadang- kadang sangat buruk, dan kadang-kadang berlangsung lama, kadang-kadang tidak -Muntah disertai oleh suhu -Kuning-ish kulit dan mata, ketika batu empedu
menghalangi saluran empedu mengalir melalui mana dari hati ke kandung empedu Untungnya, batu empedu dapat meninggalkan tubuh sendiri, tetapi dalam beberapa kasus mereka terjebak di jalan dan menghambat aliran
empedu. Jika hal ini terjadi Operasi diperlukan. Operasi kandung empedu disebut kolesistektomi, dan terdiri dari prosedur yang menghilangkan
kantong empedu dari tubuh dan
menghubungkan hati langsung ke perut,
sehingga empedu tidak melewati lagi. Hal ini menyebabkan pencernaan zat lemak menjadi kurang efektif.

Dalam kasus yang paling disayangkan,
komplikasi menyebabkan kanker kandung empedu. Hal ini dapat terjadi jika seseorang menderita penyakit kandung empedu memiliki masalah berat badan dan juga merokok dan minuman banyak.
Kanker kandung empedu adalah penyakit yang fatal, meskipun tehniquies bedah canggih berusaha untuk menghapusnya sebagian besar pasien dengan mati kandung empedu.
Penyakit Kandung empedu adalah dalam banyak kasus hampir tidak berbahaya, tetapi jika Anda merasa salah satu gejala Anda harus mengunjungi dokter dan mendengarkan nasihatnya. Pasien yang telah dioperasikan kantong empedu dan telah menghapusnya segera dapat kembali
ke kehidupan normal mereka, tetapi mereka harus memperhatikan jumlah lemak yang mereka makan, karena tanpa kantong empedu tubuh tidak dapat menangani pencernaan zat lemak ke sumur .

Pankreas terletak di belakang lambung, melintang di belakang perut. Pankreas merupakan organ yang mempunyai kegunaan ganda yaitu fungsi endokrin (tidak ada saluran, hormon disekresikan langsung ke aliran darah) dan fungsi eksokrin (punya saluran untuk menyekresikan cairan pencernaan melalui duktus pankreatikus).

(1) Pencernaan (eksokrin)
Cairan pankreas bersifat basa dan menetralkan asam dari lambung. Getah ini mengandung beberapa enzim yang bersifat sebagai katalis dalam pemecahan bahan yang kompleks menjadi bahan yang lebih sederhana yang kemudian diserap melalui usus halus dan masuk ke dalam pembuluh darah.

(2) Mengatur kadar gula darah (endokrin)
Insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh pankreas yang berperan dalam pengaturan tingkat kadar glukosa darah. Glukosa merupakan energi pokok yang digunakan oleh tubuh.

Gangguan yang disebabkan pankreas antara lain sebagai berikut.

1) Diabetes melitus
Diabetes melitus atau dikenal dengan penyakit kencing manis adalah suatu kondisi di mana pankreas gagal memasok insulin yang cukup untuk mengatur gula darah (glukosa). Semakin tidak cukup insulin yang tersedia menyebabkan diabetes semakin dapat berakibat fatal.

Komplikasi mata dan ginjal biasanya yang pertama terserang jika diabetes tidak disembuhkan. Kondisi ini dapat terjadi pada masa anak-anak maupun dewasa. Diabetes anak-anak lebih sukar disembuhkan dan lebih serius. Suntikan insulin atau pemberian oral dan control diet yang keras merupakan salah satu bentuk perawatan diabetes.

2) Hipoglikemia
Hipoglikemia adalah kondisi di mana produksi insulin pankreas ter¬lalu banyak sehingga kadar gula darah menjadi rendah. Berbagai gejala akan muncul sebagai akibat rendahnya kadar gula dalam darah. Sebagai contoh otak tidak mempunyai bahan bakar cadangan karena tergantung dari bahan yang dipasok oleh darah. Hipoglikemia akan mengurangi efisiensi otak. Pengatasannya dapat dilakukan melalui pengaturan diet (makanan).

fungsi ginjal pada manusia

Seperti kita sebutkan di atas tadi, selain untuk menyaring kotoran dalam darah, ginjal mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut:

  1. Mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh, antara lain :
    • urea, asam urat, amoniak, creatinin
    • garam anorganik
    • bacteri dan juga obat-obatan
  2. Mengekskresikan gula kelebihan gula dalam darah
  3. Membantu keseimbangan air dalam tubuh, yaitu mem-pertahankan tekanan osmotik ektraseluler
  4. Mengatur konsentrasi garam dalam darah dan keseim-bangan asam basa darah.
  5. Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8.

Nah tuh teman, dangat penting kan ginjal bagi kesehatan tubuh kita, bayangkan jika tidak ada ginjal..Walapun begitu ada juga manusia yang ginjalnya tidak berfungsi. kalau masih satu yang berfungsi sebenarnya masih aman, tapi kalau kedua ginjal nggak berfungsi, nah itu udah bahaya. Biasanya solusinya dilakukan transplantasi ginjal, atau pencangkokkan ginjal.

 

Fungsi Ginjal Pada Manusia

Secara umum, ginjal terdiri dari beberapa bagian:

  • Korteks, yaitu bagian ginjal di mana di dalamnya terdapat/terdiri dari korpus renalis/Malpighi (glomerulus dan kapsul Bowman), tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distalis.
  • Medula, yang terdiri dari 9-14 pyiramid. Di dalamnya terdiri dari tubulus rektus, lengkung Henle dan tubukus pengumpul (ductus colligent).
  • Columna renalis, yaitu bagian korteks di antara pyramid ginjal
  • Processus renalis, yaitu bagian pyramid/medula yang menonjol ke arah korteks
  • Hilus renalis, yaitu suatu bagian/area di mana pembuluh darah, serabut saraf atau duktus memasuki/meninggalkan ginjal.
  • Papilla renalis, yaitu bagian yang menghubungkan antara duktus pengumpul dan calix minor.
  • Calix minor, yaitu percabangan dari calix major.
  • Calix major, yaitu percabangan dari pelvis renalis.
  • Pelvis renalis, disebut juga piala ginjal, yaitu bagian yang menghubungkan antara calix major dan ureter.
  • Ureter, yaitu saluran yang membawa urine menuju vesica urinaria.

alat-alat kedokteran gigi

alat alat kedokteran gigi terbagi menjadi beberapa alat yaitu :

1. ALAT ORAL DIAGNOSTIK

a. KACA MULUT /MOUTHMIRROR/SPIEGEL
CIRI-CIRI :
Alat yang tangkainya dari logam / non logamdengan diujungnya terdapat kaca berbentuk bulat.
Macam permukaan kaca :
– datar
– cembung Diameter kaca ada beberapa macam mulai dari nomor 3 sampai nomor 6.

KEGUNAAN
-Melihat permukaan gigi yang tidak dapat dilihat langsung mata
-Membantu memperluas daerah pekerjaan yaitu dengan menahan pipi, lidah dan ,bibir.
-Mengetahui adanya debris, karang gigi, lubang gigi.
-Melihat hasil preparasi, tumpatan.
-Melihat kelainan di dalam rongga mulut, lidah, gusi, palatum.

PEMELIHARAAN :
Setelah selesai dipakai, cuci bersih dan sterilkan.
Disimpan/digunakan sesuai dengan fungsinya
Bila kaca pecah/sdh buram kaca baru dpt diganti tanpa
mengganti handle baru.

KETERANGAN :
Kurang atau semi kritis

b. PINSET (DENTAL PINSET)

CIRI-CIRI :
Alat penjepit dari stainless steel dengan ujung jepitan melengkung/membentuk sudut.

KEGUNAAN :
Untuk menjepit kapas, kasa, tampon, cotton roll, cotton pellet, mata bur gigi.

PEMELIHARAAN :
Setelah selesai dipakai dicuci bersih dan disterilkan.
Disimpan

KETERANGAN :
Alat kritis

c. SONDE / PROBE / EXPLORER

CIRI-CIRI :
-Alat dari stainless steel/logam dengan bagian ujung yang runcing.
-Ujung yang runcing hanya pada satu sisi ( single end atau di kedua sisi ( double end ).
-Macam :
Sonde bengkok/melengkung ½ lingkaran.
Sonde lurus

KEGUNAAN :
Mencari caries & mengukur kedalamannya Memeriksa adanya debris dan calculus. Memeriksa adanya ferforasi atap pulpa. Tankainya bisa untuk tes perkusi Mengetahui tumpatan atau tepi tumpatan sudah rata/belum.

PEMELIHARAAN :
Setelah selesai dipakai dicuci bersih dan disterilkan.Disimpan

KETERANGAN :
Alat kritis

d. EXCAVATOR

CIRI-CIRI :
-Alat dari stainlees steel dengan bagian ujungnya menyerupai sendok kecil.
-Bentuk ujungnya mempunyai berbagai ukuran, mulai dari nomor nol s/d no. 6.

KEGUNAAN :
-Membersihkan jaringan karies yang lunak dan kotoran- kotorannya atau sisa makanan -yang terdapat di dalam kavitas.
-Membongkaran tumpatan sementara.
-Mengambil kelebihan fletcher, cement, amalgam.

PEMELIHARAAN :
LIHAT BAGIAN KONSERVASI

e. ALAT DENTAL RONTGEN FOTO

CIRI-CIRI :
Peralatan foto jaringan keras dengan penggunaan sinar rontgen.

KEGUNAAN :
Untuk melihat gigi dan kelainan jaringan pendukung gigi.

PEMELIHARAAN :
Dimainkan dari sumber listrik.

KETERANGAN :
Alat tidak kritis

f. VITALITESTER

CIRI-CIRI :
Alat yang menggunakan aliran listrik yang akan menimbulkan reaksi pulpa.

KEGUNAAN :
Untuk viitalitas pulpa

PEMELIHARAAN :
Dimainkan dari sumber listrik.

KETERANGAN :
Alat tidak kritis

g. WATER SYRINGE

CIRI-CIRI
TERDIRI DR 4 BAGIAN :
1.PENGHISAP 3. BELAKANG
2.BADAN 4. PER
-GUNA
UTK MEMBERSIHKAN CARIES WAKTU MELAKUKAN PEMERIKSAAN GIGI/SETELAH PREPRARASI GIGI

PEMELIHARAAN
Selesai dipakai ujungnya dilepas dibersihkan dan disterilkan

2. ALAT-ALAT PERLINDUNGAN KHUSUS

a. PERIODONTAL PROBE

CIRI-CIRI :
– Terbuat dari stainless steel
– berbentuk sperti sonde lurus dengan garis

KEGUNAAN :
– Untuk mengukur dalamnya saku gusi (gingiva pocket)

PEMELIHARAAN
– Dicuci bersih dan disterilkan.
– Kalau sudah tumpul/rusak maka dapat dibentuk kembali dengan diasah.

KETERANGAN
– Kritis

b. SCALER

CIRI-CIRI :
– Terbuat dari stainless steel
– Bentuknya bermacam-macam, sesuai dengan kegunaannya

KEGUNAAN :
– Untuk membersihkan karang gigi

PEMELIHARAAN
– Dicuci bersih dan disterilkan.
– Kalau sudah tumpul/rusak maka dapat dibentuk kembali dengan diasah.

KETERANGAN
– Kritis

*1. HOE SCALER

CIRI-CIRI :
– Bentuknya seperti cangkul

KEGUNAAN :
– Untuk meratakan permukaan akar, sehinggabebas dari karang gigi.

PEMELIHARAAN
– Dicuci bersih dan disterilkan.
– Kalau sudah tumpul/rusak maka dapat dibentuk kembali dengan diasah.

KETERANGAN
– Kritis

*2. CHISEL SCALER

CIRI-CIRI :
– Bentuknya sperti pahat

KEGUNAAN :
– Untuk membersihkan karang gigi pada permukaan proximal gigi anterior.

PEMELIHARAAN
– Dicuci bersih dan disterilkan.
– Kalau sudah tumpul/rusak maka dapat dibentuk kembali dengan diasah.

KETERANGAN
– Kritis

*3. FILE SCALER

CIRI-CIRI :
– Bentuknya seperti kikir.

KEGUNAAN :
– Alat ini jarang dipakai, karena bisa menyebabkan permukaan gigi menjadi rata.

PEMELIHARAAN
– Dicuci bersih dan disterilkan.
– Kalau sudah tumpul/rusak maka dapat dibentuk kembali dengan diasah.

KETERANGAN
– Kritis

*4. SICKLE SCALER

CIRI-CIRI :
– Bentuknya seperti bulan sabit.

KEGUNAAN :
– Untuk mengambil supra/sub gingival calculus pada interdental space.

PEMELIHARAAN
– Dicuci bersih dan disterilkan.
– Kalau sudah tumpul/rusak maka dapat dibentuk kembali dengan diasah.

KETERANGAN
– Kritis

*5. CURRET SCALER

CIRI-CIRI :
– Bentuknya seperti sendok.

KEGUNAAN :
– Untuk mengambil sub gingival calculus, jaringan cementum dan jaringan lunak dari dinding pocket.

PEMELIHARAAN
– Dicuci bersih dan disterilkan.
– Kalau sudah tumpul/rusak maka dapat dibentuk kembali dengan diasah.

KETERANGAN
– Kritis

3. CAVITRON / SUPER SONIC SCALER

CIRI-CIRI :
– Suatu alat yang dipakai untuk membersihkan karang gigi yang dijalankan dengan listrik/ultrasonic.
– Bagian ujung dari alat ini dapat diganti-ganti disesuaikan dengan bentuk yang kita butuhkan
– Pada bagian ujung dari alat ini ada lubang yang gunanya untuk mengeluarkan air ketika dipakai, maksudnya supaya tidak menjadi panas.

KEGUNAAN :
– Ujung yang tipis dipakai untuk bagian approximal
– Ujung yang permukaannya lebar, dipakai untuk bagian buccal.
– Untuk membersihkan karang gigi, baik sub maupun supra gingival calculus serta debris dan stain.

PEMELIHARAAN :
– Ujung yang bisa dilepas dicuci bersih, kemudian disterilkan.
– Sehabis dipakai bersihkan instrument.

– Bila terjadi sumbatan pada tip, bersihkan dengan clening wire

peran Ilmu kedokteran forensik dalam tindak pidana

Pendahuluan Dalam contoh kasus tindak pidana, seperti pencurian, penggelapan, penipuan dan sejenisnya, tentunya pihak penyidik tidak akan mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi barang bukti yang salah satu atau beberapa diantaranya dapat dijadikan sebagai alat bukti, yang selanjutnya akan diperiksa dalam sidang pengadilan. Akan tetapi, apabila kasus tindak pidana tersebut berkaitan dengan timbulnya luka, terganggunya kesehatan maupun kematian, maka persoalannya tidak sesederhana seperti pada contoh kasus diatas. Oleh karena luka, terganggunya kesehatan pada suatu saat akan sembuh atau bahkan kemungkinan menjadi lebih parah. Demikian halnya dengan korban yang meninggal, juga harus selekasnya dikubur. Untuk mengungkap secara hukum, tentang benarkah telah terjadi tindak pidana serta apa sesungguhnya penyebabnya dan dengan alat apa perbuatan pidana itu dilakukan, diperlukan alat bukti yang konkrit pada saat terjadinya tindak pidana yang bisa dipertanggung jawabkan secara yuridis. Contohnya adalah dalam tindak pidana abortus provokatus kriminalis. Dalam tindak pidana abortus provokatus kriminalis, jelas Hukum Pidana maupun Hukum Acara Pidana sebagai disipilin ilmu tentang hukum, akan mengalami kesulitan dalam memecahkan kasus tersebut. Hal ini dikarenakan, perbuatan abortus provokatus kriminalis tidak hanya terkandung aspek yuridis semata, melainkan juga aspek teknis dan aspek manusia. Abortus provokatus kriminalis sebagai suatu persoalan teknis, tentunya membutuhkan peran disiplin ilmu lain, yang mampu membuktikan secara teknis hubungan kausalitas antara perbuatan dengan akibat yang ditimbulkan dalam kaitannya dengan bukti-bukti yang lain. Adapun disiplin ilmu yang dimaksud adalah Ilmu Kedokteran Forensik. Ilmu Kedokteran Forensik merupakan cabang ilmu kedokteran yang memanfaatkan Ilmu Kedokteran dan ilmu lain yang terkait untuk kepentingan penegakan hukum. VISUM ET REPERTUM Pembuktian merupakan tahap paling menentukan dalam proses persidangan pidana mengingat pada tahap pembuktian tersebut akan ditentukan terbukti tidaknya seorang terdakwa melakukan perbuatan pidana sebagaimana yang didakwakan penuntut umum. Oleh karena pembuktian merupakan bagian dari proses peradilan pidana, maka tata cara pembuktian tersebut terikat pada Hukum Acara Pidana yang berlaku yaitu Undang-Undang nomor 8 tahun 1981. Dalam pasal 183 Undang-Undang nomor 8 tahun 1981 dinyatakan: “Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seseorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang melakukannya”. Dari bunyi pasal 183 Undang-Undang nomor 8 tahun 1981 kiranya dapat dipahami bahwa pemidanaan baru boleh dijatuhkan oleh hakim apabila : Terdapat sedikitnya dua alat bukti yang sah. Dua alat bukti tersebut menimbulkan keyakinan hakim tentang telah terjadinya perbuatan pidana. Dan perbuatan pidana tersebut dilakukan oleh terdakwa. Alat bukti yang sah menurut pasal 184 ayat 1, Undang-Undang nomor 8 tahun 1981 adalah : Keterangan saksi, Keterangan ahli, Surat, Petunjuk, dan Keterangan terdakwa. PENGERTIAN Penegak hukum mengartikan Visum et Repertum sebagai ”laporan tertulis yang dibuat dokter berdasarkan sumpah atas permintaan yang berwajib untuk kepentingan peradilan tentang segala hal yang dilihat dan ditemukan menurut pengetahuan yang sebaik-baiknya.” Esensinya adalah laporan tertulis mengenai apa yang dilihat dan ditemukan pada orang yang sudah meninggal atau orang hidup (untuk mengetahui sebab kematian dan/atau sebab luka) yang dilakukan atas permintaan polisi demi kepentingan peradilan dan membuat pendapat dari sudut pandang kedokteran forensik. Surat permintaan VER ditujukan kepada Kepala Bagian Kedokteran Forensik. Dokter yang sedang mendapat giliran melakukan pemeriksaan jenazah pada hari itu adalah yang melakukan pemeriksaan jenazah tersebut. Sebagaimana diatur dalam Pasal 133 ayat (1) KUHAP yang menegaskan dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka, keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana, ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya. selanjutnya dalam ayat (2) Permintaan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara tertulis, yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat. Ketentuan Pasal 133 ayat (1) dan (2) ini biasa dikenal dengan permintaan keterangan ahli yang dituangkan dalam laporan atau “visum et repertum” yang meskipun dalam ketentuan KUHAP tidak menjelaskan tentang kata “visum et repertum” hanya didalam Lembaran Negara tahun 1973 No.350 Pasal 1 dan Pasal 2 yang menyatakan bahwa Visum et Repertum adalah suatu keterangan tertulis yang dibuat oleh dokter atas sumpah atau janji tentang apa yang dilihat pada benda yang diperiksanya yang mempunyai daya bukti dalam perkara-perkara pidana. Meskipun tidak ada keseragaman format, namun pada umumnya Visum et Repertum memuat hal-hal sebagai berikut: Visum et Repertum terbagi dalam 5 bagian: 1. Pembukaan : Kata “Pro justisia” untuk peradilan, Tidak dikenakan materai, Kerahasiaan 2. Pendahuluan: berisi landasan operasional ialah obyektif administrasi:  Identitas penyidik (peminta Visum et Repertum, minimal berpangkat LETNAN DUA atau INSPEKTUR DUA)  Identitas korban yang diperiksa, kasus dan barang bukti  Identitas TKP dan saat/sifat peristiwa  Identitas pemeriksa (Tim Kedokteran Forensik)  Identitas saat/waktu dan tempat pemeriksaan 3. Pelaporan/inti isi:  Dasarnya obyektif medis (tanpa disertai pendapat pemeriksa)  Semua pemeriksaan medis segala sesuatu/setiap bentuk kelainan yang terlihat dan diketahui langsung ditulis apa adanya (A-Z) 4. Kesimpulan: landasannya subyektif medis (memuat pendapat pemeriksa sesuai dengan pengetahuannya) dan hasil pemeriksaan medis (poin 3)  Ilmu kedokteran forensik  Tanggung jawab medis 5. Penutup: landasannya Undang-Undang/Peraturan yaitu UU no.8 tahun 1981 dan LN no.350 tahun 1937 serta Sumpah Jabatan/Dokter yang berisi kesungguhan dan kejujuran tentang apa yang diuraikan pemeriksa dalam Visum et Repertum tersebut. VISUM et Repertum atau VER adalah laporan tertulis yang dibuat oleh dokter berdasarkan pemeriksaan terhadap orang atau yang diduga orang, berdasarkan permintaan tertulis dari pihak yang berwenang, dan dibuat dengan mengingat sumpah jabatan dan KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana). Jenazah yang bersangkutan disita sementara waktu untuk pemeriksaan. Selesai pemeriksaan, jenazah dikembalikan dan sepenuhnya menjadi milik keluarga kembali. Surat permintaan pemeriksaan jenazah ditandatangani oleh polisi berpangkat serendah-rendahnya Inspektur Dua. Namun, bila polisi berpangkat sedemikian tidak ada di tempat, maka surat permintaan itu ditandatangani oleh polisi berpangkat lebih rendah namun dengan catatan “atas nama”. Polisi tidak mempunyai wewenang menunjuk dokter tertentu untuk memeriksa jenazah tertentu. Dan untuk pemeriksaan jenazah tersebut, dokter yang memeriksa tidak boleh menerima balas jasa dalam bentuk materi atau dalam bentuk apa pun (uang dan lain sebagainya). Dokter forensik menyerahkan VER kepada polisi yang meminta. Yang berwenang mengemukakan isi VER itu adalah polisi yang bersangkutan dan bukan dokter yang melakukan pemeriksaan. Adalah hak polisi untuk memberikan keterangan atau menolak memberikan keterangan yang diminta kepada khalayak ramai/wartawan, sedangkan dokter forensik tidak berwenang sehingga tidak diperkenankan untuk mengungkapkan isi VER kepada siapa pun juga (misalnya pers)- apalagi sampai pada detail-detailnya-yang dapat menyinggung pihak-pihak tertentu (misalnya pihak keluarga korban yang diotopsi). Dokter forensik hanya diperkenankan untuk mengemukakan isi VER kepada majelis hakim dalam sidang pengadilan apabila ia dipanggil oleh pengadilan sebagai saksi ahli (kedokteran forensik). Hal ini sedikit banyak berkaitan juga dengan sumpah dokter yang diucapkannya sewaktu dilantik sebagai dokter untuk menjaga kerahasiaan dalam profesinya maupun korban yang sudah meninggal sebagai benda bukti seperti yang akan diuraikan di bawah. Dokter forensik tidak pernah berkewajiban ataupun perlu merasa berkewajiban membuka rahasia mengenai suatu kasus, tetapi ia berkewajiban melaporkan dengan sejujur-jujurnya atas sumpah jabatan bahwa ia akan melaporkan dalam VER semua hal yang dilihat dan ditemukan pada jenazah yang diperiksanya. Seorang dokter ahli forensik pada dasarnya adalah seorang dokter. Ia telah diangkat dan telah diambil sumpahnya sebagai dokter, sedangkan sebagai ahli Ilmu Kedokteran Forensik ia tidak mengucapkan sumpah lain. Pendapat yang menyatakan bahwa dasar Ilmu Kedokteran Forensik ialah Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) adalah sangat keliru. KUHAP adalah peraturan hukum, bukan sumpah. Dokter forensik tidak diperkenankan memberikan informasi apa pun kepada pihak lain (misalnya media massa kecuali dalam sidang pengadilan) karena tetap saja dokter forensik adalah seorang dokter yang pernah mengucapkan sumpah dokter dan sesuai sumpah dokter, ia harus menyimpan rahasia kedokteran (dalam hal ini termasuk apa yang dilihat dan ditemukannya dalam pemeriksaan forensik). Yang berwenang adalah polisi yang meminta VER. Dan tidak jelas pula pendapat ahli kedokteran forensik yang menyatakan bahwa demi kepentingan umum, dokter forensik diperkenankan memberikan keterangan apabila diperlukan kepada media massa (kepentingan pribadi demi popularitas atau sensasi?). CONTOH KASUS Suatu contoh bagaimana akibat pengungkapan rahasia kedokteran dalam kedokteran forensik yang berakibat buruk pernah benar-benar terjadi lebih kurang 10 tahun yang lalu. Sesosok jenazah tanpa kepala akhirnya berhasil diidentifikasi positif oleh dokter forensik sebelum kepalanya ditemukan, bahwa memang benar ia adalah, sebut saja, Tuti. Ketika ibunya dipanggil oleh dokter tersebut, ia pun mengiakan berdasarkan ciri-cirinya bahwa ia adalah si Tuti, putrinya. Ternyata kemudian ada seorang dokter forensik lain yang membocorkan kepada media massa suatu rahasia kedokteran sensitif yang seharusnya ia pegang teguh, yang terbukti kemudian karena media massa lalu mengungkapkan kepada publik bahwa si Tuti adalah pelaku anal seks alias sodomi. Akibatnya sangat fatal. Pada hari itu juga ibu si Tuti datang kembali dan menyatakan bahwa jenazah itu bukan anaknya dan akibatnya ternyata ia tidak bersedia mengambil jenazah itu untuk memakamkannya. Beruntung, akhirnya dengan menggunakan teknik radiografi (pemeriksaan kerangka dengan membuat foto-foto rontgen) dengan melibatkan bantuan seorang guru besar di bidang radiologi (ilmu pemeriksaan dengan sinar-x) maka hasil pemeriksaan kerangka secara radiografis dapat dibandingkan dengan foto rontgen yang pernah dibuat di suatu rumah sakit sewaktu si Tuti masih hidup. Ternyata foto rontgen kerangka jenazah sama benar dengan foto rontgen si Tuti semasa masih hidup. Hal ini membuktikan dan memastikan secara positif bahwa jenazah itu memang si Tuti, maka akhirnya ibu tersebut tidak dapat menyangkal lagi bahwa jenazah itu bukan putrinya. Dari contoh ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pembocoran rahasia kedokteran dalam pemeriksaan jenazah bukan saja merugikan nama baik jenazah dan ang-gota-anggota keluarganya, tetapi juga dapat menimbulkan masalah berat lain seperti yang terjadi pada kasus jenazah si Tuti tersebut. Jenazah tidak dapat disamakan dengan benda bukti lainnya, misalnya sepotong kayu yang telah dipakai untuk membunuh, karena sebelumnya ia adalah seorang manusia hidup yang bernyawa, yang mempunyai riwayat kehidupan tertentu, dan dengan demikian juga terdapat ikatan-ikatan tertentu, seperti hubungan dengan anggota keluarganya yang masih hidup maupun dengan kaum kerabat lainnya. Oleh karena itu, hal-hal tertentu yang ditemukan dalam pemeriksaan yang dapat mencemarkan nama baik orang yang sudah meninggal-juga keluarga serta kawan-kawannya yang masih hidup-itu tidak dapat dibeberkan kepada pihak lain, apalagi untuk dikemukakan kepada publik. Sesuatu yang memburukkan nama baik orang yang sudah meninggal (jenazah) itu pasti akan berakibat aib bagi pihak keluarga yang ditinggalkan. Apalagi informasi yang sensitif dalam suatu kasus sudah sempat dikemukakan kepada pers oleh dokter forensik, insan pers tidak dapat dipersalahkan karena menyebarluaskan suatu berita, sebab sudah menjadi naluri atau kebiasaan untuk menulis apa yang dianggapnya akan sangat menarik perhatian khalayak pembaca. Oleh karena itu, perlu dijelaskan bahwa dalam setiap pemeriksaan jenazah/ otopsi, dokter yang bersangkutan selalu mencatat semua temuannya dalam apa yang lazim disebut Laporan Obduksi (Laporan Otopsi Medikolegal) yang berisi keseluruhan temuan yang diperoleh dari pemeriksaan jenazah. Hampir seluruh Laporan Obduksi dimasukkan dalam VER, kecuali keadaan yang bersifat sangat pribadi, misalnya keadaan alat kelamin jenazah yang tidak ada relevansinya, kecuali dalam kasus-kasus tertentu, misalnya perkosaan. (sumber : Koran Kompas, 27 Oktober 1997) AUTOPSI (bedah mayat) terbagi menjadi dua jenis, yaitu autopsi medikolegal dan autopsi klinik. autopsi yang dilakukan pada A adalah autopsi medikolegal, yaitu dilakukan dalam rangka penyidikan pihak kepolisian untuk mencari penyebab kematian serta mencari segala informasi mengenai hal-hal yang terjadi pada korban di sekitar waktu kematian, misalnya untuk memastikan apakah korban meninggal karena kecelakaan, bunuh diri, dianiaya atau dibunuh. Jadi meskipun ada dugaan overdosis, kepastian baru diperoleh setelah autopsi dan pemeriksaan toksikologi (mendeteksi adanya racun atau obat-obatan dalam tubuh), serta harus ditentukan apakah overdosis terjadi akibat tindakan korban sendiri atau ada orang lain yang melakukannya. Pemeriksaan luar saja, tanpa bedah mayat, biasanya tidak cukup untuk memperoleh informasi yang lengkap. Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Pasal 133-134, pihak kepolisian adalah yang berwenang menentukan jenis pemeriksaan apa yang harus dilakukan terhadap mayat dan meminta dokter forensik untuk melaksanakannya melalui Surat Permintaan Visum et Repertum. Oleh karena itu dokter forensik dan rumah sakit tidak dapat menolak permintaan dari kepolisian hanya berdasarkan keberatan dari pihak keluarga. Kepolisian memang memiliki kewajiban untuk memberitahukan perlunya autopsi dan memberi penjelasan sejelas-jelasnya kepada keluarga. Jika keluarga merasa keberatan dan kepolisian menganggap autopsi tidak diperlukan maka akan dibuat Surat Pencabutan Permintaan Visum et Repertum. Namun demikian, jika kepolisian menganggap perlu dan tidak dapat dihindari lagi, autopsi tetap dilakukan meskipun ada keberatan dari keluarga. Dokter forensik yang menerima permintaan dari kepolisian untuk melakukan pemeriksaan dan menjadi saksi ahli dalam perkara. Kesaksian ahli diberikan dalam bentuk laporan hasil autopsi (Laporan Visum et Repertum) dan jika perlu kesaksian ahli di pengadilan. Hasil autopsi akan diserahkan oleh dokter/rumah sakit kepada pihak kepolisian. Jika penyidikan masih berlangsung biasanya masih berstatus rahasia, namun jika perkara sudah sampai ke pengadilan maka informasi tersebut bisa diakses oleh pihak lain, termasuk pihak tersangka (jika ada) atau keluarga.

Fungsi vitamin dalam kesehatan dan manfaatnya

Fungsi Vitamin dan Manfaatnya Manfaat Vitamin Manfaat vitamin yang ada dalam makanan disekitar kita sangat beragam. Setiap vitamin memiliki fungsi masing-masing yang tentu sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Ada vitamin yang baik untuk menjaga agar tubuh tetap segar, untuk memperkuat kekebalan tubuh, menghilangkan rasa capek, dll. Berikut ini adalah beberapa contoh vitamin beserta fungsi vitamin yang terkandung didalamnya: Vitamin A